FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN)
"Organisasi Massa Mahasiswa Demokratis Nasional Berwatak Patriotis, Demokratis dan Militan"
SALAM DEMOKRASI !!!
Sejarah Singkat
Front
Mahasiswa Nasional (FMN) adalah sebuah organisasi massa mahasiswa yang
lahir atas dialektika (Perkembangan) sejarah dan situasi objektif yang
ada dalam setiap perkembangannya. Perjalanan FMN telah dirintis sejak
tahun 1990an, dimana pada saat itu upaya pemberangusan gerakan Rakyat
terjadi begitu keras oleh Diktator Orde Baru (Soeharto), tidak
terkecuali terhadap Gerakan Mahasiswa yang dikekang dengan kebijakan
yang sampai saat ini dikenal dengan “Normalisasi Kebijakan Kampus dan Badan Koordinasi Kampus (NKK-BKK)”. Meski
demikian, dengan berbagai bentuk ancaman, terror dan tindak kekerasan
yang dilakukan oleh Rezim saat itu tidak pernah menyurutkan semangat
Rakyat untuk terus membangun persatuan dan mengembangkan diri untuk
melakukan perlawanan secara kolektif, begitu pula gerakan Pemuda dan
Mahasiswa dengan ciri khususnya yang dinamis dan aktif serta kemampuan
analisisnya yang tajam selalu menjadi topangan gerakan rakyat disektor
lainnya.
Semangat
persatuan dan perlawanan Mahasiswa saat itu tampak dari Eksisnya
berbagai Organisasi pemuda dan mahasiswa yang terus melakukan
pengorganisiran dan perlawanan, meskipun sebagian besar dilakukan dengan
cara terturtup. Hal tersebut juga tampak dari munculnya berbagai
Organisasi mahasiswa diberbagai daerah yang kian massif. Itulah yang
dikemudian hari menjadi Embrio lahirnya FMN yang terus meluas dan
semakin solid melalui Komunikasi Intensif dan pertemuan-pertemuan
tingkat kota hingga Nasional. Melalui pertemuan nasional yang
diselenggarakan di Bandung pada tahun 1997 kemudian terbentuk sebuah
jaringan nasional dengan nama “Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional
(FKMN)” sebagai identitas dari pokja yang dibangun.
Ide
dan inisiatif maju terus bermunculan dari internal Jaringan melalui
pertemuan-pertemuan dan komunikasi yang dibangun untuk menyatukan diri
dan melakukan penilaian atas perkembangan pekerjaan dan situasi kongkrit
dimasing-masing daerah. Peretemuan-pertemuan tersebut kemudian
membuahkan hasil yang semakin maju, dimana pada tahun 2000, FKMN
berkembang menjadi sebuah organisasi mahasiswa nasional dengan nama
Forum Mahasiswa Nasional. Sejak itu FMN terus melakukan perluasan dan
melakukan pembenahan di Internal organisasi, membangun komite-komite
organisasi dari tingkat pusat (nasional) hingga kampus dan mulai
menggunakan identitas FMN dalam perjuangan politik organisasi.
Deklarasi FMN
Setelah
melalui proses dan perjalanannya yang cukup panjang, akhirnya di tahun
18 Mei 2003 FMN dideklarasikan menjadi organisasi massa mahasiswa
nasional lewat acara Kongres Pendirian Organisasi (founding Congress)
di Balai Rakyat Utan Kayu-Jakarta. Dalam momentum bersejarah tersebut,
hadir 700 anggota FMN dari berbagai kota dan kemudian 740 orang anggota
mengikuti aksi Nasional perdana FMN di Jakarta. Melalui forum kongres
pendirian tersebut pula terjadi peralihan nama dari Forum Mahasiswa
Nasional menjadi Front mahasiswa Nasional. Acara Funding Congress
tersebut, kemudian ditetapkan sebagai hari lahir FMN yaitu tanggal 18
Mei 2003 yang diperingati setiap tahunnya oleh seluruh jajaran anggota
disetiap levelan Organisasi.
Paska Funding Congress di Jakarta, FMN Menentukan garis Politiknya yang “Anti Imperialisme, Anti Feodalisme dan Anti Kapitalisme Birokrat”
melalui Kongres I yang diselenggarakan di Bandar Lampung pada Bulan Mei
tahun 2004 bertepatan dengan Hari lahir FMN yang ke-2. Dengan berbagai
pelajaran penting dan berharga yang diraih selama dua tahun, baik secara
teori maupun praktek bagi terciptanya Ormas Mahasiswa, dua tahun
kemudian diselenggarakan kembali Kongres II, pada bulan September 2006
di Bandung dengan semangat meneguhkan diri sebagai Organisasi Massa
Mahasiswa dengan karakter perjuangan Demokrasi Nasional. Gerakan
pembetulan demi pembetulan atas organisasi terus dilakukan dan
ditancapkan untuk meneguhkan langgam kerja dan merapikan
pekerjaan-pekerjaan organisasi, mencakup wilayah politik dan
organisasi.
Dengan
memahami bahwa persoalan sektoral yang dihadapi oleh Mahasiswa maupun
Pemuda secara umum tidak terlepas dari persoalan rakyat disektor
lainnya, FMN terus menghubungkan dan terlibat aktif dalam perjuangan
rakyat disektor lainnya (buruh, tani, kaum miskin kota, dan kaum
perempuan) untuk memperjuangkan hak-hak demokratisnya serta untuk terus
memperluas dan memperkuat semangat pengabdian kepada Rakyat. Sehingga
pada Kongres ke-III di Mataram pada Bulan Maret 2009, selain terus
menegaskan Garis Politik dan Organisasinya, Memperkuat dan memperluas
Organisasi, FMN kembali meneguhkan diri sebagai Organisasi yang akan
terus secara konsisten mendukung dan terlibat aktif dalam perjuangan
Rakyat disektor lainnya.
Persebaran Anggota
Kini
setelah hampir 11 (Sebelas) tahun berdiri, melalui berbagai dinamika
atas maju-mundurnya Organisasi, FMN telah tersebar di 30 Kota dan
Provinsi, yaitu di Medan,
Palembang, Jambi, Lampung, Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, Makasar,
Palu, Bulukumba, Denpasar, Mataram, LOTIM, Kupang, Flores, Bangkalan, Surabaya,
Jombang, Malang, Banyuwangi, Bojonegoro, Purwokerto, Wonosobo, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Dengan semangat kemandirian dan pelayanan terhadap
Massa, FMN terus berupaya memperkuat dan mengembangkan diri dan terus
tumbuh untuk memajukan perjuangan Massa baik secara kulitas maupun
Kuantitas.
Ditingkat
Internasional, FMN juga menjadi salah satu Anggota dari International
League of People’s Struggle (ILPS) dengan Garis perjuangan Anti
Imperialisme yang mengusung platform “Lawan Penjarahan dan Perang
Imperialisme”. ILPS kini sudah memiliki lebih dari 300 organisasi
Anggota yang tersebar di lebih dari 40 Negara. Melalui Kongres
Internasional yang ke-4 yang di Selenggarakan di Philippine pada bulan
Juli 2011 lalu, ILPS terus menegaskan Garis perlawanannya terhadap
Imperialisme dan memperkuat organisasi, memperbesar keanggotaan dan
memperluas pengaruh dan persatuan melawan Imperialisme. Melalui Kongres
ILPS ke-4 Tersebut pula, FMN terpilih menjadi Anggota Komite Koordinasi
Internasional (ICC) dikomisi pemuda dan Pendidikan untuk periode
2011-2014. Selain tergabung dalam ILPS, FMN juga menjadi salah satu
Anggota Asia Pacific Students and Youth Association (ASA), sebuah
organisasi yang menghimpun berbagai Organisasi Pemuda dan Mahasiswa di
Kawasan Asia Pasifik. ASA juga terus berupaya memperluas jaringan dan
keanggotaannya dengan aspirasi untuk membangun persatuan pemuda dan
Mahasiswa skala Internasional.
Garis Politik
Melalui
perjuangan panjang yang mengorbankan jiwa dan raga para pejuang dan
seluruh Rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah
(Kolonial Belanda) hingga diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 1945, tentunya membawa harapan besar akan masa depan
yang gemilang bagi Rakyat Indonesia. Namun persis paska Konferensi Meja
Bundar (KMB), Indonesia kembali terjerumus dalam satu sistem dengan
penghisapan yang tidak kalah kejamnya dari sistem jajahan colonial
Belanda, yaitu Sistem “Setengah Jajahan dan setengah Feodal (SJSF)”
yang ditandai dengan Eksisnya dua sistem yaitu Imperialisme yang
semakin kuat menancapkan dominasinya dan Feodalisme yang juga semakin
kuat melakukan penghisapan sebagai topangan akan dominasi Imperialisme.
Sistem ini yang masih dan terus dipertahankan oleh penguasa telah
menjebak Rakyat Indonesia kembali dalam kemiskinan dan penderitaan yang
hebat serta keterbelakangan budaya yang kelam.
Dengan
sistem tersebut, Indonesia tidak lagi dijajah dalam bentuk fisik, namun
diganti dengan penjajahan secara halus yaitu melalui jeratan hutang
yang memaksakan Indonesia harus menyerahkan seluruh kekeayaan Alam dan
tenaga kerjanya terhadap kapitalis monopoli (Imperialisme) melalui
topangan kuat Feodalisme yang tampak sebagai tuan tanah baru (baik yang
tampak dalam perusahaan swasta, Individu, maupun oleh Negara secara
lansung) yang terus melakukan monopoli atas tanah dalam skala luas, baik
untuk perkebunan, pertambangan, Infrastruktur, Taman Nasional, dll.
Dengan demikian, terang bahwa persoalan pokok rakyat Indonesia yang
melahirkan berbagai persoalan lainnya adalah Persoalan Monopoli atas Tanah.
Atas persoalan tersebut, maka Kontradiksi pokok bagi seluruh Rakyat
Indonesia adalah “Imperialisme, Feodalisme dan, Kapitalisme Birokrat”.
Dengan
kenyataan demikian, Front Mahasiswa Nasional (FMN) telah meneguhkan
garis perjuangannya yang diyakini sebagai jalan keluar bagi Rakyat
Indonesia adalah dengan menggencarkan perjuangan “Demokratis Nasional”
yang berwatak Patriotis, Demokratis dan Militant sebagai manifestasi
karakter perjuangannya yang anti Imperialisme, Anti Feodalisme dan Anti
Kapitalisme Birokrat.
Program Perjuangan
Secara khusus FMN memperjuangkan Sistem Pendidikan Nasional yang “Ilmiah, Demokratis dan, Mengabdi Pada Rakyat”. Pendidikan Ilmiah
maksudnya adalah Sistem pendidikan yang sesuai dengan Kenyataan
Objektif Masyarakat Indonesia, baik dalam aspek penyelenggaraan,
kurikulum dan orientasinya, yang bertujuan untuk terus memajukan taraf
berfikir dan perkembangan Ilmu pengetahuan serta meningkatkan skill
Masyarakat Indonesia untuk dapat mengubah keadaan objektif yang ada
disekitarnya. Demokratis
Artinya, Pendidikan yang diselenggarakan tanpa diskriminasi baik yang
mengatasnamakan Ras, Agama, ekonomi ataupun karena faktor sosial lainnya
dan dapat diakses secara luas oleh Seluruh Rakyat Indonesia.
Selebihnya, Masyarakat Indonesia (Khususnya peserta didik) dilibatkan
dalam setiap pengambilan kebijakan dilingkungan pendidikan. Selain itu,
sebagai wujud kongkrit akan adanya demokrasi, bebasnya pendidikan dari
berbagai represifitas, intimidasi dan berbagai bentuk tindak kekerasan
yang kerap terjadi dilingkungan pendidikan saat ini.
Selanjutnya, Mengabdi pada Rakyat Maksudnya
adalah Pendidikan yang dapat diabdikan dan mampu menjawab persoalan
Rakyat Indonesi baik secara ekonomi, Budaya maupun sosialnya. Secara
umum, menyadari bahwa karakter masyarakat Indonesia yang hidup di Negeri
Agraris, maka perspektif dan tujuan pendidikan harus dapat
diorientasikan untuk membangun Industri Nasional sebagai topangan hidup
dan jaminan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Selain
Program Perjuangan secara Sektoral, FMN juga menjalankan program
perjuangannya untuk mendukung perjuangan Rakyat Indonesi disektor
lainnya, terutama kaum tani dan klas buruh sebagai komposisi masyarakat
yang mayoritas di Indonesia. Mendukung perjuangan kaum tani untuk
mempertahankan dan merebut haknya atas tanah, Saprodi pertanian dan
hasil produksi yang berkualitas. Terhadap klas buruh, mendukung
perjuangannya untuk melawan politik upah murah, PHK dan pemberangusan
gerakan yang dilakukan oleh Rezim penguasa saat ini. demikian pula
halnya terhadap Rakyat disektor lainnya atas berbagai persoalan yang
dihadapinya. Kongkritnya bahwa tujuan didirikannya FMN secara sektoral
adalah Memperjuangkan Hak Demokratis dan Hak-hak sosial dan ekonomi
Mahasiswa. Secara umum untuk mendukung perjuangan rakyat dalam
memperjuangkan hak sosial ekonomi dan demokratisnya untuk mewujudkan
Masyarakat yang adail, Sejahtera dan Berdaulat.
Untuk
mewujudkan tujuan perjuangan tersebut, FMN mengkongkretkan melalui
usaha-usaha perjuangan yang akan diperjuangkan melalui organisasi.
Berikut adalah Usaha-usaha perjuangan dengan tuntutan perjuangan jangka
pendek untuk pemenuhan hak-hak demokratis pemuda dan mahasiswa Indonesia
dengan Garis umum Kampanye yang digencarkan saat ini yaitu “Hentikan Komersialisasi Pendidikan dan Lawan segala Bentuk Represifitas dan Tindak kekerasan disektor Pendidikan”. Usaha-usah perjuangan tersebut adalah:
· Pendidikan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia dan realisasikan anggaran 20 % dari APBN dan APBD untuk pendidikan
· Menuntut biaya kuliah murah
· Hentikan Kenaikan SPP dan Penghapusan segala bentuk pungutan liar (Pungli)
· Penolakan terhadap Undang-Undang No.12 Th 2012 (UU Pendidikan Tinggi)
· Peningkatan fasilitas pendidikan di kampus
· Kebebasan berpendapat dan berorganisasi dikampus dan Hentikan represifitas terhadap mahasiswa
· Libatkan mahasiswa secara menyeluruh dalam menentukan kebijakan kampus
· Transparansi pengelolaan dana operasional kampus
· Tingkatkan kesejahteraan dosen, karyawan dan guru
· Sediakan Lapangan pekerjaan bagi sarjana dan pemuda
· Pemberantasan korupsi di dalam dunia pendidikan
· Pemberantasan buta huruf
Tugas Pokok FMN
Sebagai
Organisasi massa mahasiswa demokratis nasional, selain secara konsisten
mengkampanyekan persoalan pokok Pemuda dan Mahasiswa serta pendidikan
secara umum dan berbagai persoalan rakyat lainnya secara Intensif,
massif dan kontinyu, Tugas utama seluruh Anggota FMN adalah “Membangkitkan, Mengorganisasikan dan Menggerakan Massa Mahasiswa”. Hal
tersebut didasarkan atas kenyataan bahwa perjuangan tidaklah dapat
dijalankan sendiri-sendiri atau secara terpisah-pisah, maka tugas
utama yang tidak boleh diabaikan oleh FMN dengan seluruh anggotanya
adalah terus meningkatkan kesadaran massa, menyatukannya dalam satu
barisan dengan pandangan dan sikap yang sama, kemudian bergerak dan
berjuang bersama.
Bagaimana Bergabung Menjadi Anggota FMN?
Layaknya
organisasi pada umumnya, cara bergabung menjadi anggota FMN adalah
dengan mengajukan diri untuk bergabung menjadi anggota FMN baik melalui
stand-stand penerimaan anggota yang dibuka secara luas ataupun
menghubungi pengurus atau anggota FMN secara lansung dan mengajukan diri
untuk bergabung, mengisi fomulir anggota, membayar uang pangkal dan
meminta Untuk mendapatkan Pendidikan dan Pelayanan serta panduan-panduan
organisasi lainnya.
Siapa saja yang bisa bergabung?
Karena
FMN adalah Organisasi massa mahasiswa, maka yang dapat menjadi anggota
FMN adalah seluruh Mahasiswa baik yang masih semester awal ataupun
semester akhir. Batas keanggotaan FMN berlaku sampai dengan Maksimal 2
(Dua) tahun paska Wisuda. Secara spesifik, syarat utama menjadi Anggota
FMN adalah:
1. Masih terdaftar menjadi Mahasiswa baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta,
2. Sepakat dengan Konstitusi dan Program perjuangan FMN,
3.
Membayar uang pangkal (Relatif) karena uang pangkal akan digunakan
untuk pengadaan kartu Anggota dan Cetak Panduan Organisasi. Jadi besaran
uang pangkal yang harus dibayar oleh setiap anggota baru disesuaikan
dengan biaya cetak KTA dan Panduan Organisasi basis masing-masing.
Pemuda dan Mahasiswa Berjuang bersama Rakyat!
Duduk,
diam dan pasrah dengan Ketertindasan adalah se-lemah-lemahnya Iman.
Untuk itu, Mari kita Bangkit untuk Hak dan Masa depan kita, Belajar,
Berorganisasi dan Berjuang Bersama.
Jayalah Perjuangan Massa!
Hidup Mahasiswa!
Jayalah Solidaritas Perjuangan Internasional!

