Selasa, 29 April 2014


FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN)
"Organisasi Massa Mahasiswa Demokratis Nasional Berwatak Patriotis, Demokratis dan Militan"
SALAM DEMOKRASI !!!
Sejarah Singkat
Front Mahasiswa Nasional (FMN) adalah sebuah organisasi massa mahasiswa yang lahir atas dialektika (Perkembangan) sejarah dan situasi objektif yang ada dalam setiap perkembangannya. Perjalanan FMN telah dirintis sejak tahun 1990an, dimana pada saat itu upaya pemberangusan gerakan Rakyat terjadi begitu keras oleh Diktator Orde Baru (Soeharto), tidak terkecuali terhadap Gerakan Mahasiswa yang dikekang dengan kebijakan yang sampai saat ini dikenal dengan “Normalisasi Kebijakan Kampus dan Badan Koordinasi Kampus (NKK-BKK)”. Meski demikian, dengan berbagai bentuk ancaman, terror dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Rezim saat itu tidak pernah menyurutkan semangat Rakyat untuk terus membangun persatuan dan mengembangkan diri untuk melakukan perlawanan secara kolektif, begitu pula gerakan Pemuda dan Mahasiswa dengan ciri khususnya yang dinamis dan aktif serta kemampuan analisisnya yang tajam selalu menjadi topangan gerakan rakyat disektor lainnya.
Semangat persatuan dan perlawanan Mahasiswa saat itu tampak dari Eksisnya berbagai Organisasi pemuda dan mahasiswa yang terus melakukan pengorganisiran dan perlawanan, meskipun sebagian besar dilakukan dengan cara terturtup. Hal tersebut juga tampak dari munculnya berbagai Organisasi mahasiswa diberbagai daerah yang kian massif. Itulah yang dikemudian hari menjadi Embrio lahirnya FMN yang terus meluas dan semakin solid melalui Komunikasi Intensif dan pertemuan-pertemuan tingkat kota hingga Nasional. Melalui pertemuan nasional yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1997 kemudian terbentuk sebuah jaringan nasional dengan nama “Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (FKMN)” sebagai identitas dari pokja yang dibangun.
Ide dan inisiatif maju terus bermunculan dari internal Jaringan melalui pertemuan-pertemuan dan komunikasi yang dibangun untuk menyatukan diri dan melakukan penilaian atas perkembangan pekerjaan dan situasi kongkrit dimasing-masing daerah. Peretemuan-pertemuan tersebut kemudian membuahkan hasil yang semakin maju, dimana pada tahun 2000, FKMN berkembang menjadi sebuah organisasi mahasiswa nasional dengan nama Forum Mahasiswa Nasional. Sejak itu FMN terus melakukan perluasan dan melakukan pembenahan di Internal organisasi, membangun komite-komite organisasi dari tingkat pusat (nasional) hingga kampus dan mulai menggunakan identitas FMN dalam perjuangan politik organisasi.
Deklarasi FMN
Setelah melalui proses dan perjalanannya yang cukup panjang, akhirnya di tahun 18 Mei 2003 FMN dideklarasikan menjadi organisasi massa mahasiswa nasional lewat acara Kongres Pendirian Organisasi (founding Congress) di Balai Rakyat Utan Kayu-Jakarta. Dalam momentum bersejarah tersebut,  hadir 700 anggota FMN dari berbagai kota dan kemudian 740 orang anggota mengikuti aksi Nasional perdana FMN di Jakarta. Melalui forum kongres pendirian tersebut pula terjadi peralihan nama dari Forum Mahasiswa Nasional menjadi Front mahasiswa Nasional. Acara Funding Congress tersebut, kemudian ditetapkan sebagai hari lahir FMN yaitu tanggal 18 Mei 2003 yang diperingati setiap tahunnya oleh seluruh jajaran anggota disetiap levelan Organisasi.
Paska Funding Congress di Jakarta, FMN Menentukan garis Politiknya yang “Anti Imperialisme, Anti Feodalisme dan Anti Kapitalisme Birokrat” melalui Kongres I yang diselenggarakan di Bandar Lampung pada Bulan Mei tahun 2004 bertepatan dengan Hari lahir FMN yang ke-2. Dengan berbagai pelajaran penting dan berharga yang diraih selama dua tahun, baik secara teori maupun praktek bagi terciptanya Ormas Mahasiswa, dua tahun kemudian diselenggarakan kembali Kongres II, pada bulan September 2006 di Bandung dengan semangat meneguhkan diri sebagai Organisasi Massa Mahasiswa dengan karakter perjuangan Demokrasi Nasional. Gerakan pembetulan demi pembetulan atas organisasi terus dilakukan dan ditancapkan untuk meneguhkan langgam kerja dan merapikan pekerjaan-pekerjaan organisasi, mencakup wilayah politik dan organisasi.
Dengan memahami bahwa persoalan sektoral yang dihadapi oleh Mahasiswa maupun Pemuda secara umum tidak terlepas dari persoalan rakyat disektor lainnya, FMN terus menghubungkan dan terlibat aktif dalam perjuangan rakyat disektor lainnya (buruh, tani, kaum miskin kota, dan kaum perempuan) untuk memperjuangkan hak-hak demokratisnya serta untuk terus memperluas dan memperkuat semangat pengabdian kepada Rakyat. Sehingga pada Kongres ke-III di Mataram pada Bulan Maret 2009, selain terus menegaskan Garis Politik dan Organisasinya, Memperkuat dan memperluas Organisasi, FMN kembali meneguhkan diri sebagai Organisasi yang akan terus secara konsisten mendukung dan terlibat aktif dalam perjuangan Rakyat disektor lainnya.
Persebaran Anggota
Kini setelah hampir 11 (Sebelas) tahun berdiri, melalui berbagai dinamika atas maju-mundurnya Organisasi, FMN telah tersebar di 30 Kota dan Provinsi, yaitu di Medan, Palembang, Jambi, Lampung, Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, Makasar, Palu, Bulukumba, Denpasar, Mataram, LOTIM, Kupang, Flores, Bangkalan, Surabaya, Jombang, Malang, Banyuwangi, Bojonegoro, Purwokerto, Wonosobo, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Dengan semangat kemandirian dan pelayanan terhadap Massa, FMN terus berupaya memperkuat dan mengembangkan diri dan terus tumbuh untuk memajukan perjuangan Massa baik secara kulitas maupun Kuantitas.
Ditingkat Internasional, FMN juga menjadi salah satu Anggota dari International League of People’s Struggle (ILPS) dengan Garis perjuangan Anti Imperialisme yang mengusung platform “Lawan Penjarahan dan Perang Imperialisme”. ILPS kini sudah memiliki lebih dari 300 organisasi Anggota yang tersebar di lebih dari 40 Negara. Melalui Kongres Internasional yang ke-4 yang di Selenggarakan di Philippine pada bulan Juli 2011 lalu, ILPS terus menegaskan Garis perlawanannya terhadap Imperialisme dan memperkuat organisasi, memperbesar keanggotaan dan memperluas pengaruh dan persatuan melawan Imperialisme. Melalui Kongres ILPS ke-4 Tersebut pula, FMN terpilih menjadi Anggota Komite Koordinasi Internasional (ICC) dikomisi pemuda dan Pendidikan untuk periode 2011-2014. Selain tergabung dalam ILPS, FMN juga menjadi salah satu Anggota Asia Pacific Students and Youth Association (ASA), sebuah organisasi yang menghimpun berbagai Organisasi Pemuda dan Mahasiswa di Kawasan Asia Pasifik. ASA juga terus berupaya memperluas jaringan dan keanggotaannya dengan aspirasi untuk membangun persatuan pemuda dan Mahasiswa skala Internasional. 
Garis Politik
Melalui perjuangan panjang yang mengorbankan jiwa dan raga para pejuang dan seluruh Rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah (Kolonial Belanda) hingga diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, tentunya membawa harapan besar akan masa depan yang gemilang bagi Rakyat Indonesia. Namun persis paska Konferensi Meja Bundar (KMB), Indonesia kembali terjerumus dalam satu sistem dengan penghisapan yang tidak kalah kejamnya dari sistem jajahan colonial Belanda, yaitu Sistem “Setengah Jajahan dan setengah Feodal (SJSF)” yang ditandai dengan Eksisnya dua sistem yaitu Imperialisme yang semakin kuat menancapkan dominasinya dan Feodalisme yang juga semakin kuat melakukan penghisapan sebagai topangan akan dominasi Imperialisme. Sistem ini yang masih dan terus dipertahankan oleh penguasa telah menjebak Rakyat Indonesia kembali dalam kemiskinan dan penderitaan yang hebat serta keterbelakangan budaya yang kelam.
Dengan sistem tersebut, Indonesia tidak lagi dijajah dalam bentuk fisik, namun diganti dengan penjajahan secara halus yaitu melalui jeratan hutang yang memaksakan Indonesia harus menyerahkan seluruh kekeayaan Alam dan tenaga kerjanya terhadap kapitalis monopoli (Imperialisme) melalui topangan kuat Feodalisme yang tampak sebagai tuan tanah baru (baik yang tampak dalam perusahaan swasta, Individu, maupun oleh Negara secara lansung) yang terus melakukan monopoli atas tanah dalam skala luas, baik untuk perkebunan, pertambangan, Infrastruktur, Taman Nasional, dll. Dengan demikian, terang bahwa persoalan pokok rakyat Indonesia yang melahirkan berbagai persoalan lainnya adalah Persoalan Monopoli atas Tanah. Atas persoalan tersebut, maka Kontradiksi pokok bagi seluruh Rakyat Indonesia adalah “Imperialisme, Feodalisme dan, Kapitalisme Birokrat”.
Dengan kenyataan demikian, Front Mahasiswa Nasional (FMN) telah meneguhkan garis perjuangannya yang diyakini sebagai jalan keluar bagi Rakyat Indonesia adalah dengan menggencarkan perjuangan “Demokratis Nasional” yang berwatak Patriotis, Demokratis dan Militant sebagai manifestasi karakter perjuangannya yang anti Imperialisme, Anti Feodalisme dan Anti Kapitalisme Birokrat.
Program Perjuangan
Secara khusus FMN memperjuangkan Sistem Pendidikan Nasional yang “Ilmiah, Demokratis dan, Mengabdi Pada Rakyat”. Pendidikan Ilmiah maksudnya adalah Sistem pendidikan yang sesuai dengan Kenyataan Objektif Masyarakat Indonesia, baik dalam aspek penyelenggaraan, kurikulum dan orientasinya, yang bertujuan untuk terus memajukan taraf berfikir dan perkembangan Ilmu pengetahuan serta meningkatkan skill Masyarakat Indonesia untuk dapat mengubah keadaan objektif yang ada disekitarnya. Demokratis Artinya, Pendidikan yang diselenggarakan tanpa diskriminasi baik yang mengatasnamakan Ras, Agama, ekonomi ataupun karena faktor sosial lainnya dan dapat diakses secara luas oleh Seluruh Rakyat Indonesia. Selebihnya, Masyarakat Indonesia (Khususnya peserta didik) dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan dilingkungan pendidikan. Selain itu, sebagai wujud kongkrit akan adanya demokrasi, bebasnya pendidikan dari berbagai represifitas, intimidasi dan berbagai bentuk tindak kekerasan yang kerap terjadi dilingkungan pendidikan saat ini.
Selanjutnya, Mengabdi pada Rakyat Maksudnya adalah Pendidikan yang dapat diabdikan dan mampu menjawab persoalan Rakyat Indonesi baik secara ekonomi, Budaya maupun sosialnya. Secara umum, menyadari bahwa karakter masyarakat Indonesia yang hidup di Negeri Agraris, maka perspektif dan tujuan pendidikan harus dapat diorientasikan untuk membangun Industri Nasional sebagai topangan hidup dan jaminan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Selain Program Perjuangan secara Sektoral, FMN juga menjalankan program perjuangannya untuk mendukung perjuangan Rakyat Indonesi disektor lainnya, terutama kaum tani dan klas buruh sebagai komposisi masyarakat yang mayoritas di Indonesia. Mendukung perjuangan kaum tani untuk mempertahankan dan merebut haknya atas tanah, Saprodi pertanian dan hasil produksi yang berkualitas. Terhadap klas buruh, mendukung perjuangannya untuk melawan politik upah murah, PHK dan pemberangusan gerakan yang dilakukan oleh Rezim penguasa saat ini. demikian pula halnya terhadap Rakyat disektor lainnya atas berbagai persoalan yang dihadapinya. Kongkritnya bahwa tujuan didirikannya FMN secara sektoral adalah Memperjuangkan Hak Demokratis dan Hak-hak sosial dan ekonomi Mahasiswa. Secara umum untuk mendukung perjuangan rakyat dalam memperjuangkan hak sosial ekonomi dan demokratisnya untuk mewujudkan Masyarakat yang adail, Sejahtera dan Berdaulat.
 
Untuk mewujudkan tujuan perjuangan tersebut, FMN mengkongkretkan melalui usaha-usaha perjuangan yang akan diperjuangkan melalui organisasi. Berikut adalah Usaha-usaha perjuangan dengan tuntutan perjuangan jangka pendek untuk pemenuhan hak-hak demokratis pemuda dan mahasiswa Indonesia dengan Garis umum Kampanye yang digencarkan saat ini yaitu “Hentikan Komersialisasi Pendidikan dan Lawan segala Bentuk Represifitas dan Tindak kekerasan disektor Pendidikan”. Usaha-usah perjuangan tersebut adalah:
·         Pendidikan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia dan realisasikan anggaran 20 % dari APBN dan APBD untuk pendidikan
·         Menuntut biaya kuliah murah
·         Hentikan Kenaikan SPP dan Penghapusan segala bentuk pungutan liar (Pungli)
·         Penolakan terhadap Undang-Undang No.12 Th 2012 (UU Pendidikan Tinggi)
·         Peningkatan fasilitas pendidikan di kampus
·         Kebebasan berpendapat dan berorganisasi dikampus dan Hentikan represifitas terhadap mahasiswa
·         Libatkan mahasiswa secara menyeluruh dalam menentukan kebijakan kampus
·         Transparansi pengelolaan dana operasional kampus
·         Tingkatkan kesejahteraan dosen, karyawan dan guru
·         Sediakan Lapangan pekerjaan bagi sarjana dan pemuda
·         Pemberantasan korupsi di dalam dunia pendidikan
·         Pemberantasan buta huruf 
Tugas Pokok FMN
Sebagai Organisasi massa mahasiswa demokratis nasional, selain secara konsisten mengkampanyekan persoalan pokok Pemuda dan Mahasiswa serta pendidikan secara umum dan berbagai persoalan rakyat lainnya secara Intensif, massif dan kontinyu, Tugas utama seluruh Anggota FMN adalah “Membangkitkan, Mengorganisasikan dan Menggerakan Massa Mahasiswa”. Hal tersebut didasarkan atas kenyataan bahwa perjuangan tidaklah dapat dijalankan sendiri-sendiri atau secara terpisah-pisah, maka tugas utama yang tidak boleh diabaikan oleh FMN dengan seluruh anggotanya adalah terus meningkatkan kesadaran massa, menyatukannya dalam satu barisan dengan pandangan dan sikap yang sama, kemudian bergerak dan berjuang bersama.
Bagaimana Bergabung Menjadi Anggota FMN?
Layaknya organisasi pada umumnya, cara bergabung menjadi anggota FMN adalah dengan mengajukan diri untuk bergabung menjadi anggota FMN baik melalui stand-stand penerimaan anggota yang dibuka secara luas ataupun menghubungi pengurus atau anggota FMN secara lansung dan mengajukan diri untuk bergabung, mengisi fomulir anggota, membayar uang pangkal dan meminta Untuk mendapatkan Pendidikan dan Pelayanan serta panduan-panduan organisasi lainnya.
Siapa saja yang bisa bergabung?
Karena FMN adalah Organisasi massa mahasiswa, maka yang dapat menjadi anggota FMN adalah seluruh Mahasiswa baik yang masih semester awal ataupun semester akhir. Batas keanggotaan FMN berlaku sampai dengan Maksimal 2 (Dua) tahun paska Wisuda. Secara spesifik, syarat utama menjadi Anggota FMN adalah:
1. Masih terdaftar menjadi Mahasiswa baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta,
2. Sepakat dengan Konstitusi dan Program perjuangan FMN,
3. Membayar uang pangkal (Relatif) karena uang pangkal akan digunakan untuk pengadaan kartu Anggota dan Cetak Panduan Organisasi. Jadi besaran uang pangkal yang harus dibayar oleh setiap anggota baru disesuaikan dengan biaya cetak KTA dan Panduan Organisasi basis masing-masing.
Pemuda dan Mahasiswa Berjuang bersama Rakyat!
Duduk, diam dan pasrah dengan Ketertindasan adalah se-lemah-lemahnya Iman. Untuk itu, Mari kita Bangkit untuk Hak dan Masa depan kita, Belajar, Berorganisasi dan Berjuang Bersama.
Jayalah Perjuangan Massa!
Hidup Mahasiswa!
Jayalah Solidaritas Perjuangan Internasional!

Senin, 28 April 2014




DEKLARATOR FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) CABANG BANGKALAN

Adapun mahasiswa yang mendeklarasikan Front Mahasiswa Nasional Cabang Bangkalan adalah : 
1.  YODIKA SPUTRA (STAI SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN).
2. ROBIYANTO (STKIP PGRI BANGKALAN).
3. SYARIF HIDAYATULLAH (STKIP PGRI BANGKALAN). 


Ditetapkan Pada Kongres IV FMN
Tempat : Wisma Nusa Bangsa, Bogor
Hari/Tgl : Sabtu, 15 Maret 2014

PROGRAM PERJUANGAN FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) 2014-2016


I. PENGANTAR

Program Perjuangan adalah program yang dijalankan oleh organisasi sebagai jawaban atas situasi kehidupan pemuda mahasiswa. Kehidupan pemuda mahasiswa yang buruk dan tanpa masa depan di bawah sistem masyarakat setengah jajahan dan setengah feodal di Indonesia saat ini. Negara republik Indonesia dibawah kekuasaan borjuasi komprador, tuan tanah dan kapitalis birokrat, telah terbukti dalam menghancurkan kehidupan kaum pemuda Indonesia. Masalah pendidikan telah menjadi arena komersialisasi dari klas-klas reaksi dan golangan kapitalis birokrat yang anti rakyat. Tujuan pendidikan telah melenceng jauh dari cita-cita mulianya untuk membebaskan manusia Indonesia dari penjajahan Imperialisme dan Feodalisme yang terbelakang. Hingga saat ini, pendidikan bahkan ditujukan untuk merawat dan melanggengkan sistem tua setengah jajahan dan setengah feodal yang telah terbukti menindas dan menyengsarakan rakyat Indonesia. FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) sebagai salah satu organisasi massa mahasiswa, merumuskan program perjuangan dengan mendasarkan pada persoalan dan kepentingan mahasiswa secara khusus, pemuda dan rakyat Indonesia secara umum. Masalah pendidikan dan lapangan pekerjaan menjadi persoalan utama bagi pemuda mahasiswa saat ini. Oleh karenanya, FMN harus terus melakukan kerja massa dengan membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakan pemuda mahasiswa dalam memperjuangkan kepentingan sosial ekonomi massa. Namun dalam perjuangan sosial ekonomi, tidak dapat dipisahkan dengan perjuangan secara politik dan kebudayaan.

II. PROGRAM UMUM FRONT MAHASISWA NASIONAL

Front Mahasiswa Nasional memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat sebagai aspirasi dari seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah Republik Indonesia dibawah dominasi imperialisme AS, telah gagal memajukan pendidikan yang sesuai dengan kepentingan rakyat Indonesia. Mereka juga merampas masa depan kaum pemuda karena minimnya lapangan pekerjaan dan terus menjalankan politik upah murah. Oleh Karena itu, FMN sebagai organisasi massa mahasiswa berkewajiban membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakkan pemuda mahasiswa, berjuang bersama rakyat melawan seluruh usaha klas-klas dan golongan anti rakyat yang terus mempertahankan sistem setengah jajahan dan setengah feodal di Indonesia. FMN harus bersatu bersama rakyat dan merebut hak-hak rakyat dengan cara berjuang untuk memperbaiki kondisi hidup menjadi lebih baik. Untuk menjalankan tugas sejarah yang mulia ini, FMN merumuskan program umum perjuangan sebagai berikut:

1. FMN ambil bagian aktif untuk memobilisasi pemuda mahasiswa dalam perjuangan rakyat, untuk  membebaskan diri dari belenggu imperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrasi menuju  Indonesia yang merdeka dan demokratis sepenuhnya.
2. FMN berjuang dan mengabdi pada kepentingan rakyat, khususnya buruh dan tani sebagai klas  dasar dalam menggerakkan dan memimpin perubahan fundamental di Indonesia.
3. FMN bersama rakyat Indonesia memperjuangkan lahirnya sistem pendidikan nasional yang  ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat.

Pendidikan yang ilmiah adalah pendidikan yang berdasarkan atas kenyataan konkret mengenai keadaan alam dan masyarakat Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan sebagai upaya untuk memajukan taraf berpikir rakyat Indonesia. Keilmiahan itu sendiri lahir dari kenyataan konkret rakyat Indonesia, termasuk akar persoalan yang menyebabkan rakyat Indonesia sengsara karena, terhisap dan tertindas. Dengan demikian ilmu pengetahuan ilmiah bisa menjadi instrumen untuk menjawab persoalan rakyat dan bangsa Indonesia. Karena di bawah dominasi imperialisme, ilmu pengetahuan kehilangan keilmiahannya. Imperialisme yang memonopoli pengetahuan dan teknologi, menjadikannya justru sebagai barang dagangan dan menghancurkan kebudayaan rakyat dengan melancarkan perampokan serta perang agresi terhadap negeri-ngeri jajahan dan setengah jajahan
.
Pendidikan yang Demokratis adalah pendidikan yang terkandung aspek-aspek partisipasi, kesetaraan dan keadilan. Partisipasi berarti kemudahan bagi seluruh rakyat tanpa kecuali memperoleh kesempatan pendidikan. Kesetaraan berarti menegaskan bahwa para mahasiswa berhak ditempatkan setara dalam proses pendidikan termasuk pengambilan kebijakan. Dan berkeadilan tidak lain adalah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan haruslah memihak bagi unsur mayoritas yaitu mahasiswa dan rakyat secara keseluruhan. Pendidikan yang demokratis bertujuan agar pendidikan menjangkau seluruh rakyat Indonesia.
Pendidikan yang mengabdi pada rakyat adalah pendidikan yang ditujukan untuk memajukan kebudayaan nasional dan tenaga produktif. Memajukan kebudayaan nasional berarti memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional guna membangun industri nasional yang kuat agar rakyat dan bangsa Indonesia bisa mandiri dan lepas dari ketergantungan pada imperialisme AS. Untuk mencapai hal itu, mensyaratkan Indonesia bebas dari penjajahan imperialisme AS sehingga tenaga produksi rakyat Indonesia bisa berkembang seutuhnya untuk memajukan kehidupan rakyat. Namun harus disadari bahwa memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat pasti mendapatkan tentangan keras dari imperialisme dan kekuatan anti rakyat di Indonesia. Untuk itu, perjuangan pemuda dan mahasiswa di Indonesia harus menjadikan negara reaksi dan klas-klas reaksi yang berkuasa di Indonesia sebagai sasaran perjuangan massa pemuda, mahasiswa dan seluruh rakyat dengan berbagai tuntutan-tuntutan konkret massa hingga terwujudnya Indonesia yang merdeka dan demokratis sepenuhnya, bebas dari belenggu Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalisme Birokrat. 
Memperjuangkan hal di atas, bukan saja menjadi cita-cita perjuangan pemuda dan mahasiswa, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.Sehingga, memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat, juga menjadi bagian dari perjuangan seluruh rakyat di Indonesia. Untuk itu, gerakan massa pemuda dan mahasiswa harus mengabdi dan membesarkan kekuatan buruh dan tani, menarik semi proletariat dan borjuasi kecil perkotaan sebagai kekuatan rakyat anti imperialis dan anti feodalisme di Indonesia untuk bersama-sama memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat.

III. PROGRAM KHUSUS

Program umum diatas adalah program organisasi yang akan berlangsung dalam jangka panjang untuk mewujudkannya akan membutuhkan organisasi yang besar, pengaruh politik yang luas dan dukungan luas dari seluruh rakyat. Selain program Umum, organisasi juga harus memiliki program khusus yang akan memandu tindakan politik organisasi dari tingkat kecil menuju ke tingkatan lebih besar. Untuk itu, FMN membutuhkan program khusus yang mendesak sesuai dengan keadaan umum mahasiswa sekarang di lapangan politik, ekonomi dan kebudayaan sebagai berikut:

A. Politik
1. Cabut UU Pendidikan Tinggi.
2. Hapuskan Kurikulum Pendidikan Nasional 2013.
3. Cabut UU Sisdiknas.
4. Cabut Surat Keputusan Dirjen Dikti No 26 Tahun 2002 tentang pelarangan organisasi ekstra kampus dan SK rektor pendukungnya.
5. Menentang segala bentuk peraturan dan kebijakan yang menindas kebebasan mimbar akademik di kampus.
6. Menentang segala bentuk korupsi di dunia pendidikan.
7. Menuntut transparansi pengelolaan dana pendidikan perguruan tinggi.
8. Menentang seluruh peraturan dan tindakan fasis pemerintah yang merampas hak-hak demokratis rakyat.
Contohnya: Undang-Undang Nomor. 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
9. Menentang segala bentuk perjanjian dan kerjasama sektor pendidikan dengan negera imperialis,  borjuasi komprador dan tuan tanah.
10. Menentang dan membelejeti seluruh kebijakan negara dan pemerintah yang merugikan kepentingan rakyat.
11. Menuntut dilibatkannya mahasiswa dalam menetapkan seluruh kebijakan kampus.

B. Ekonomi
1. Menuntut pemerintah merealisasikan 20% anggaran APBN dan APBD untuk pendidikan, diluar  gaji tenaga pengajar dan tenaga kependididkan.
2. Melawan semua bentuk komersialisasi pendidikan yang dilakukan oleh negara maupun pihak  swasta.
3. Menuntut peningkatan fasilitas pendidikan di perguruan tinggi.
4. Menuntut peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan.
5. Berjuang bersama dosen dan tenaga kependidikan untuk menuntut peningkatan kesejahteraan bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan.
6. Menuntut lapangan pekerjaan bagi pemuda Indonesia.
7. Berjuang bersama buruh untuk menentang politik upah murah.
8. Berjuang bersama kaum tani melawan perampasan tanah untuk kepentingan perkebunan besar, taman nasional, pertambangan besar dan seluruh skema kepentingan ekonomi imperialis, tuan tanah besar, borjuasi komprador, dan kapitalis birokrat.
9. Berjuang bersama kaum miskin perkotaan melawan segala bentuk penggusuran perkampungan   miskin.

C. Kebudayaan
1. Mengkampanyekan kebudayaan yang nasional, ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat   dengan melawan semua bentuk penjajahan kebudayan imperialisme dan feodalisme.
2. Ambil bagian aktif dalam memberantas buta huruf di kalangan rakyat
3. Memperjuangkan peningkatan pendidikan bagi anak-anak, pemuda, buruh, tani, dan semi proletar perkotaan agar memiliki cara berpikir ilmiah.
4. Membangun dan menggiatkan mesin kebudayaan yang berwatak progresif di kalangan pemuda dan mahasiswa melalui berbagai media kesenian, kesusastraan, film, dsb.
5. Membangun dan menggiatkan kegiatan olahraga dikalangan pemuda agar memiliki fisik yang kuat dan sehat.
6. Mengkampanyekan problem penindasan kaum perumpuan dan Menentang budaya feodal patrialkal.

IV. TUGAS-TUGAS PEMUDA MAHASISWA

Berdasarkan atas program perjuangan di atas, maka pemuda mahasiswa di Indonesia, khususnya FMN memiliki tugas-tugas penting yaitu :
1. Membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakkan massa mahasiswa untuk menuntut hak-hak demokratis-nya. Memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat hanya bisa dicapai ketika massa pemuda mahasiswa bangkit, berorganisasi dan bergerak merebut hak-haknya. Front Mahasiswa Nasional (FMN), harus menyadari betul tugas politik ini dalam setiap aktifitas organisasi bersama massa. Dalam memperjuangkan hak-hak demokratis pemuda mahasiswa, diperlukan persatuan dari seluruh kekuatan pemuda mahasiswa dengan membangun front sektoral pemuda dan mahasiswa. Organisasi-organisasi massa mahasiswa, lembaga-lembaga mahasiswa, unit-unit kegiatan mahasiswa hingga komunitas-komunitas mahasiswa di kampus harus dibangkitkan, disatukan dan dimobilisasi dalam berjuang merebut hak-hak demokratisnya.
2. Mengabdi pada rakyat untuk meningkatkan taraf kebudayaan rakyat Indonesia. Tugas ini merupakan salah satu tugas mulia yang dipikul oleh gerakan pemuda mahasiswa di Indonesia. Menyadari bahwa sistem pendidikan yang tidak ilmiah, tidak demokratis dan tidak mengabdi pada rakyat, telah mengakibatkan tingkat kebudayaan rakyat Indonesia sangat terbelakang, maka gerakan pemuda mahasiswa yang dibekali dengan sejumlah kecakapan ilmu pengetahuan, harus berupaya memecahkan hal tersebut dengan mengabdikan segala tenaga dan pikiran demi meningkatkan kemajuan kebudayaan rakyat Indonesia. Perkuat pengabdian pada rakyat dengan bersatu dan berjuang bersama klas buruh, kaum tani dan kaum miskin perkotaan.
3. Terlibat aktif bersama rakyat Indonesia dalam front persatuan nasional untuk memperjuangkan hak-hak demokratis seluruh rakyat Indonesia Gerakan pemuda mahasiswa merupakan satu kesatuan dalam gerakan dan perjuangan rakyat di Indonesia secara keseluruhan. Untuk itu, dalam upaya memperjuangkan hak-hak demokratis rakyat sekaligus sebagai upaya melawan dominasi imperialisme dan kaki tangannya di Indonesia, gerakan pemuda mahasiswa harus terlibat aktif dalam front multisektor yang terdiri dari seluruh kekuatan rakyat Indonesia yang anti imperialisme dan anti feodalisme agar sanggup mengucilkan klik paling reaksioner di Indonesia. Peranan aktif gerakan pemuda mahasiswa di dalam front multisektor ini adalah siap bersatu dan berjuang dengan kekuatan klas buruh, kaum tani, semi proletar dan borjuasi kecil dalam menggelorakan perjuangan massa merebut kemerdekaan sejati bagi bangsa dan rakyat Indonesia.
4. Membangun front internasional dengan gerakan pemuda mahasiswa serta rakyat di dunia atas dasar solidaritas internasional anti imperialisme. Perampokan dan perang agresi imperialis terhadap negeri-negeri jajahan dan setengah jajahan yang dipimpin oleh imperialis Amerika Serikat (AS) telah mengakibatkan rakyat di berbagai belahan dunia hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan, tak terkecuali bagi Indonesia. Demi nafsu menguasai berbagai sumber kekayaan alam, eksploitasi terhadap tenaga kerja murah dan penguasaan pasar, imperialisme pimpinan AS tidak saja menancapkan dominasinya secara politik, ekonomi dan budaya di suatu negeri, bahkan secara militer. Hal ini dibuktikan dengan perang agresi yang dilakukan imperialis AS di Irak, Afghanistan, Libya, Suriah, dan negeri-negeri lainnya. Dominasi imperialisme AS juga telah mengancam hak-hak pemuda dan mahasiswa di berbagai belahan dunia. Terjadi pemotongan subsidi atas pendidikan rakyat, komersialisasi pendidikan, serta meningkatnya pengangguran. Hal ini telah menimbulkan kebangkitan perlawanan kaum pemuda mahasiswa di berbagai belahan dunia sebagaimana yang terjadi di Prancis, Inggris, Spanyol, Yunani, Italia, Amerika Serikat. Dominasi imperialisme AS dan kaki tangganya di berbagai belahan dunia, juga telah menciptakan krisis yang semakin kronis sehingga melahirkan kebangkitan perlawanan rakyat dari negeri-negeri jajahan dan setengah jajahan. 
Di Amerika Latin, hingga di benua Asia tidak berhenti menunjukkan perlawanannya terhadap dominasi imperialis AS seperti yang terjadi di India, Filipina, Venezuela, Bolivia, Brazil, hingga Turki. Untuk itu, sangat penting bagi gerakan pemuda mahasiswa di Indonesia untuk ambil bagian aktif dalam membangun front internasional bersama gerakan pemuda mahasiswa serta rakyat di dunia sebagai bagian dari perjuangan seluruh rakyat di dunia melawan dominasi imperialis AS. Front internasional tersebut didasarkan atas solidaritas internasional yang ditujukan untuk mendukung perjuangan pembebasan rakyat di dunia dari segala bentuk penjajahan imperialisme.

Ditetapkan Pada Kongres IV FMN
Tempat : Wisma Nusa Bangsa, Bogor
Hari/Tgl : Minggu, 16 Maret 2014